Kamis, 05 Juli 2012
Hidup sedang Mengajarimu Sesuatu
Dedicated to : Rizqiyatul Hafidhiyah, AMKG
Memang aku belum begitu (banyak) mengenalmu
tapi setidaknya aku (sedikit) tahu
bagaimana rasa hatimu
Rasa kehilangan seseorang yang kau sayang
: seseorang yang kau panggil ayah
tepat di hari bahagiamu
tepat saat kau melangkah memasuki hidup baru
Perih memang
memang pedih
dengan begitu
suka atau tidak suka
hidup sedang mengajarimu sesuatu
Karena hidup kadang
tidak sesuai yang kita inginkan
tapi hidup harus terus berjalan
Bukankah ada Al Wahhab,
dan pemilik tulang rusukmu
yang tidak akan pernah
membiarkan air matamu tumpah
Sumber gambar : http://myebookyourebook.blogspot.com/
by. nana daesri
Ps. Self Note
Al Wahhab = Yang Maha Memberi Karunia
Jumat, 29 Juni 2012
Kepada Mereka Yang Mencintai Karena Allah
Semoga Allah meridhoi . . .
dua hati yang ikhlas berbagi
dua hati yang tulus mencintai
Semoga Allah memudahkan jalan . . .
dua hati yang saling menguatkan
dua hati yang saling memaafkan
dua hati yag cepat melupakan kesalahan
dua hati yang saling menasehati dalam kebaikan
Semoga Allah menyatukan . . .
dua hati yang saling mendo'akan
di penghujung malam
Barokallah . . .
Sumber gambar : http://gigisgriya.blogspot.com
by. nana daesri
Ps.
17 Juni 2012 M / 27 Rajab 1433 H
"BARAKALLAH LAKA
WA BARAKA 'ALAIKA
WA JAMA'A BAINAKUMA FIL KHAIR
(Semoga Allah memberi berkah kepadamu
dan keberkahan atas pernikahan kamu,
dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan)."
Rabu, 27 Juni 2012
I.M.U (Part 2)
Dan memang
aku tidak bisa membendungnya
rindu itu telah tumpah
meluber kemana-mana
Sedangkan engkau kini tak lagi berbentuk
Sumber gambar : http://mutiaradidasarlautan.blogspot.com
by. nana daesri
Senin, 18 Juni 2012
Kau Tidak Ingin Melihatku Menangis
Ternyata
do'amu juga cukup sederhana
kau tidak ingin melihatku menangis
meneteskan air mata
kecuali untuk-Nya
Sumber gambar : http://afraafifah.wordpress.com
by. nana daesri
Ps. Semoga Tuhan mengabulkan . . .
Amien3x ya Rabb . . .
Minggu, 10 Juni 2012
Siapa Sapardi Djoko Damono itu ?
Prof.
Dr.
Sapardi Djoko Damono (lahir di Surakarta,
20 Maret
1940; umur 72 tahun)
adalah seorang pujangga
Indonesia
terkemuka. Ia dikenal dari berbagai puisi-puisi yang menggunakan kata-kata sederhana, sehingga
beberapa di antaranya sangat populer.
Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Ia juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003. Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar.
Ia menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai seorang putra dan seorang putri.
Sajak-sajak SDD, begitu ia sering dijuluki, telah diterjemahkan
ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah.
Ia tidak saja menulis puisi, namun juga cerita pendek.
Selain itu, ia juga menerjemahkan berbagai karya penulis asing, menulis esei, serta menulis
sejumlah kolom/artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola.
Sumber gambar : http://dwitasarii.blogspot.com
by. nana daesri
Ps. Thanks . . .
Pada Suatu Pagi Hari
By. Sapardi Djoko Damono
Maka pada suatu pagi hari
ia ingin sekali menangis
sambil
berjalan tunduk sepanjang lorong itu.
Ia ingin
pagi itu hujan turun rintik-rintik
dan lorong sepi
agar ia
bisa berjalan
sendiri saja
sendiri saja
sambil menangis
dan tak ada orang bertanya kenapa.
ia tidak ingin
menjerit-jerit
berteriak-teriak
mengamuk
memecahkan cermin
membakar tempat tidur.
membakar tempat tidur.
Ia hanya ingin menangis
lirih saja
sambil berjalan
sendiri
dalam
hujan rintik-rintik
di lorong sepi
pada suatu pagi.
Sumber gambar : http://fiksi.kompasiana.com
by. nana daesri
Ps. That's what I feel . . .
Ps. That's what I feel . . .
Hujan di Bulan Juni
By. Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapuskannya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapuskannya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Sumber gambar : http://eowyndiary.multiply.com/reviews/item/3
by. nana daesri
Langganan:
Postingan (Atom)






